11 May 2021

Tangguh Lalui Gejolak, ITM Siap Manfaatkan Momentum Pemulihan Harga

Pandemi COVID-19 sepanjang tahun 2020 telah menyebabkan permintaan energi menurun dan harga batubara merosot ke level terendah. Meskipun demikian, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. telah mampu melewati krisis dan siap untuk memanfaatkan momentum pemulihan harga di tahun ini dengan kegiatan operasional yang andal dan berjalan lancar serta sisi keuangan yang kuat.

Saat negara-negara di dunia menerapkan lockdown pada bulan Maret tahun lalu, harga batubara tertekan hingga menyentuh angka terendah di USD 45 per ton. Program vaksinasi dan penerapan new normal di seluruh dunia, telah mendorong pemulihan konsumsi dan permintaan energi, sehingga harga mulai berangsur pulih semenjak bulan Oktober tahun lalu dan mencapai puncaknya di USD 96 per ton pada akhir bulan Maret tahun ini.

Ketika sektor pertambangan batubara bergerak ke titik terendahnya, ITM telah menerapkan efisiensi biaya secara disiplin guna menjaga agar kegiatan operasional berjalan lancar dan siap memanfaatkan momentum kenaikan harga.

Sepanjang triwulan pertama 2021, Perseroan mencatat perolehan rata-rata harga batubara sebesar USD 68,1 per ton, naik 29% secara kuartal atau 16% secara tahunan dengan total volume penjualan 4,1 juta ton.  Penjualan tercatat sebesar USD 284 juta pada triwulan pertama, sedangkan marjin laba kotor naik 12% dari triwulan pertama tahun lalu menjadi 30% pada triwulan pertama tahun ini.

Kenaikan harga jual rata-rata telah menghasilkan arus kas yang kuat. EBITDA tercatat sebesar USD 86 juta pada triwulan pertama 2021, naik 48% dari periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan laba bersih naik signifikan 191% dari USD 14 juta pada triwulan pertama 2020 menjadi USD 42 juta pada periode yang sama tahun ini.  Adapun laba bersih per saham dibukukan sebesar USD 0,04.

Dari target volume penjualan 20,7-22,9 juta ton untuk tahun ini, Perseroan telah mendapatkan 67% kontrak penjualan. Sebanyak 27% harga jualnya telah ditetapkan, 39% lagi mengacu pada indeks harga batu bara sedangkan 2% lainnya belum ditentukan harga jualnya.  Selebihnya 33% belum terjual.

Perseroan sepanjang triwulan pertama tahun 2021 telah menjual 4,1 juta ton batu bara yang diekspor ke negara Jepang (0,9 juta ton), China (0,8 juta ton), Bangladesh (0,4 juta ton), Thailand (0,4 juta ton), dan negara-negara lain di Asia Timur dan Tenggara, sedangkan penjualan domestik adalah sebanyak 0,6 juta ton.

Sampai dengan akhir Maret 2021, total aktiva ITM bernilai USD 1.201 juta dengan total ekuitas USD 884 juta. Perseroan memiliki posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar USD 276 juta dengan posisi pinjaman jangka panjang dari bank sebesar USD 35,8 juta.

Untuk strategi di tahun 2021, Perseroan telah menetapkan “Empat Plus Sasaran Utama.” Pertama adalah melindungi karyawan secara jasmani dan rohani dari ancaman COVID-19 dan terus mendukung masyarakat sekitar tambang dengan menyediakan bantuan kesehatan maupun logistik selama pandemi. Perseroan berencana ikut serta dalam program vaksinasi Gotong-Royong demi kebaikan seluruh karyawan.

Kedua, Perseroan akan terus mengoptimalisasi keuntungan dengan menetapkan target volume produksi sebesar 17,7-19,9 juta ton dengan nisbah kupas 9,7 kali dan target volume penjualan sebesar 20,7-22,9 juta ton. Baik angka target volume produksi dan volume penjualan dapat mengalami perubahan apabila disetujui oleh pemerintah.

Di samping itu, Perseroan juga akan menciptakan nilai sepanjang rantai batubara di antaranya mendapatkan batubara pihak ketiga sebanyak 2,5-2,9 juta ton dan menambang 4,3 juta ton yang dilakukan oleh anak perusahaan sendiri.

Ketiga, Perseroan akan melanjutkan transformasi digital dengan target andalan mempercepat transisi pertumbuhan secara digital, dan rasionalisasi harga. Transformasi digital diharapkan dapat membangun platform yang sangat cepat dan memberikan layanan dengan nilai tambah. Di samping itu, transformasi digital diharapkan juga dapat membentuk sumber daya manusia dengan budaya digital, tidak rapuh dan berfokus pada Tata Kelola Perusahaan yang baik.

Keempat, Perseroan pada tahun ini juga akan mewujudkan inisiatif ESG (Environmental, Social, and Corporate Governance) dan meneguhkan Banpu Heart sebagai Nilai Inti Perusahaan. ESG adalah kecenderungan global yang tak bisa dihindari sedangan Banpu Heart dipercaya akan menggerakkan transformasi bisnis menuju “Perusahaan Indonesia di bidang energi yang berintikan inovasi, teknologi, inklusi dan keberlanjutan.”

Terakhir, Perseroan akan menjajaki transformasi bisnis baru di luar penambangan batubara, yaitu mengembangkan kapasitas menuju tren energi masa depan, mengeksplorasi potensi investasi yang menangkap pertumbuhan tinggi dari tren energi baru, menggunakan sumber daya terbarukan di seluruh lokasi tambang yang ada dan ikut serta dalam tren hilirisasi batubara yang di antaranya proyek uji coba Underground Coal Gasification.