18 Aug 2021

ITM Maksimalkan Keuntungan dari Mometum Kenaikan Harga

Sepanjang paruh pertama 2021, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM) mampu memaksimalkan keuntungan dari momentum kenaikan harga batu bara setelah sebelumnya menerapkan efisiensi biaya secara disiplin pada saat harga batu bara menurun di tahun 2020.

Kegiatan bisnis berjalan sejalan dengan target-target yang ditetapkan sekalipun kondisi cuaca buruk dan situasi pandemi berkepanjangan. Singkat kata, pada semester pertama 2021 kegiatan operasional dapat berjalan stabil dengan performa keuangan yang semakin kuat.

Program vaksinasi dan penerapan normalitas baru di seluruh dunia telah mendorong pemulihan konsumsi dan permintaan energi, sehingga harga mulai berangsur naik semenjak Oktober tahun lalu. Indeks Newcastle mencatat harga batu bara menyentuh USD 131.41 per ton pada akhir Juni 2021.

Sepanjang paruh pertama 2021, Perusahaan mencatat perolehan rata-rata harga batu bara sebesar USD 74,7 per ton, naik 34% dari USD 55,7 per ton secara tahunan dengan total volume penjualan 9,0 juta ton.  Penjualan bersih tercatat sebesar USD 676 juta pada paruh pertama, sedangkan marjin laba kotor naik 18% dari paruh pertama tahun lalu menjadi 34% pada paruh pertama tahun ini.

Kenaikan harga jual rata-rata yang signifikan ditambah kontrol biaya yang disiplin telah menghasilkan arus kas yang kuat terhadap Perusahaan. EBITDA tercatat sebesar USD 224 juta pada paruh pertama 2021, naik 148% dari periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan laba bersih naik signifikan sebesar 312% dari USD 29 juta pada paruh pertama 2020 menjadi USD 118 juta pada periode yang sama tahun ini.  Adapun laba bersih per saham dibukukan sebesar USD 0,11.

Dari volume target penjualan 21,5-22,4 juta ton untuk tahun ini, Perusahaan telah mendapatkan 79% kontrak penjualan. Sebanyak 56% harga jualnya telah ditetapkan, 24% lagi mengacu pada indeks harga batu bara sedangkan 21% belum terjual. 

Perusahaan sepanjang paruh pertama tahun 2021 telah menjual 9,0 juta ton batu bara yang meliputi Tiongkok (2,7 juta ton), Indonesia (1,7 juta ton), Jepang (1,4 juta ton), Filipina (0,7 juta ton), Thailand (0,7 juta ton), dan negara-negara lain di Asia Timur dan Tenggara.

Sampai dengan akhir Juni 2021, total aset Perusahaan tercatat sebesar USD 1.315 juta dengan total ekuitas sebesar USD 906 juta. Perusahaan memiliki posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar USD 390 juta dengan posisi total pinjaman bank sebesar USD 40 juta. 

Guna menjawab tantangan yang ditimbulkan oleh transformasi sektor energi di masa yang akan datang, rencana bisnis ITM mencakup tiga bidang utama, yaitu bisnis pertambangan, perdagangan dan jasa, serta bisnis terbarukan dan lainnya.

Pada bisnis pertambangan, ITM akan terus melakukan eksplorasi tambang yang dimiliki guna memastikan pertumbuhan cadangan organik dan secara bersamaan mengembangkan tambang batubara yang baru. Selain itu, ITM juga akan melanjutkan studi kelayakan gasifikasi batubara bawah tanah dan mencari peluang bisnis tambang mineral clean tech. 

Di bidang perdagangan dan jasa, ITM akan melakukan ekspansi pembelian batubara yang bersumber dari pihak ketiga guna meningkatkan pendapatan dari perdagangan dan pencampuran batubara.  Secara internal, TRUST (kontraktor penambangan milik perusahaan) akan mengembangkan kontraktor bisnisnya di area gugus Melak. Dan terakhir, perusahaan juga akan turut aktif dalam meningkatkan solusi natural capital dengan investasi untuk reklamasi dan pencegahan deforestasi sehingga dapat digunakan sebagai carbon offsetting.

Dalam bisnis energi terbarukan dan bisnis lainnya, Perusahaan sedang melakukan finalisasi dari perencanaan konstruksi PLTS di Pelabuhan yang berada di gugus Melak. ITM juga akan mengaplikasikan berbagai solusi mining digital untuk operasi penambangan yang lebih efisien dan kontrol biaya yang lebih baik.

Terakhir, ITM tetap komit dalam melanjutkan upaya untuk mentransformasi diri menjadi digital driven organization dengan ditopang oleh 3 pilar, yaitu smart business, smart technology, dan smart people. 

Dengan smart business, perusahaan dapat mempercepat transisi pertumbuhan dan efisiensi biaya, mengandalkan smart technology guna mengembangkan transformasi yang super gesit melalui advance analytics dan Internet of Thing (IoT), serta membangun smart people guna membangun anti-kerentanan dan pada saat yang sama meningkatkan kepemimpinan ESG, dan melaksanakan peralihan keterampilan kepada karyawan ITM.