Sumbangsih bagi Ilmu Pengetahuan

Kegiatan konservasi biodiversitas ITM sebagian besar menyangkut aktivitas ilmiah pada ranah biologi dan cabang-cabangnya. Kegiatan utama seperti Eksplorasi, Studi Lapangan, dan Pengumpulan Tumbuhan Penting mengaplikasikan kaidah keilmuan dan metode penelitian yang telah dikembangkan di dunia riset.

Inventarisasi keragaman tumbuhan, baik pada level pohon, perdu semak, herba, epifit, liana dan lain-lain di kawasan vegetasi alami pada saat sebelum dilakuka aktivtas penambangan, memberikan gambaran tentang kondisi hutan yang berguna pada saat masa reklamasi tambang nantinya. Namun informasi tersebut juga memberikan informasi penting bagi studi kehutanan.

Data yang didapat dari studi ini penting bagi pengembangan konservasi tumbuhan di Indonesia. Bahkan informasi seperti cadangan karbon, studi khusus anggrek dan kajian etnobotani memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut yang pada ujungnya akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

Pada tahapan propagasi dan pembibitan, juga memiliki aspek keilmiahan aplikatif yang penting. Pada tahap ini peningkatan kemampuan tim dalam melakukan pengelolaan tanaman ditingkatkan dengan pelatihan dan alih pengetahuan. Penerapan teknologi kultur jaringan juga menjadi pilihan dalam tahapan ini. Tim IMM ddidamingi ahli dari KR Purwodadi – LIPI telah mendirikan laboratorium kultur jaringan di fasilitas nursery perusahaan dan telah melakukan pembiakan untuk beberapa spesies anggrek dan terus melakukan studi untuk spesies kayu.

Di samping itu, riset Genetic Molekular pada Studi Lapangan dilakukan untuk menemukan recovery lingkungan yang terbaik.

Di sisi lain, spesies kunci dari hutan PT BEK yang berhasil dikonservasi juga telah menjadi koleksi Kebun Raya Purwodadi. Sebanyak 146 spesies atau 2% dari keseluruhan koleksi telah ditanam di Kebun Raya. Ini adalah sumbangan bagi dunia ilmu pengetahuan Indonesia utamanya mengenai kekayaan biodiversitas yang bisa dipelajari atau sekedar diketahui informasinya oleh masyarakat yang tinggal jauh dari lokasi asli spesies-spesies tersebut.

Lebih lanjut, program ini akan menyediakan informasi ilmiah terkait keragaman tumbuhan, karakter ekologi, etnobotani serta koleksi tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai referensi acuan untuk menyusun panduan “rehabilitasi tambang berbasis bidiversitas lokal,” pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan tumbuhan lokal berpotensi, pelestarian tumbuhan secara ex-situ dan secara luas untuk memperkuat riset biodiversitas nasional.