Harga Batu Bara Alami Pantulan Balik, Kinerja Kukuh

2 Mar 2017 10:09

Perusahaan mengalami pantulan balik yang bermakna.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. pada tahun fiskal 2016 memperlihatkan kinerja yang kukuh. Secara eksternal, rata-rata harga jual batu bara mengalami pantulan balik secara signifikan di paruh kedua tahun 2016, dari USD 49,9 per ton di kuartal ketiga menjadi USD 59,8 per ton di kuartal keempat. Kenaikan harga batu bara termal ini tertinggi semenjak tahun 2013, disebabkan oleh pasokan yang terbatas di China serta pengaruh cuaca buruk secara global.

Secara internal, optimasi operasi dan logistik sepanjang tahun berhasil memangkas biaya produksi sehingga mendorong kenaikan Pendapatan Sebelum Bunga dan Pajak sebesar 8% menjadi USD 209 juta serta laba bersih sebesar 107% menjadi USD 131 juta. Adapun penjualan bersih tercatat USD 1.367 juta dengan rata-rata harga jual sepanjang periode USD 50,6 per ton, sedangkan marjin laba kotor tercatat 24%. 

Sampai dengan akhir 2016, total aktiva PT Indo Tambangraya Megah Tbk. tercatat USD 1.210 juta. Perusahaan mencatat jumlah ekuitas USD 907 juta dan tidak mempunyai pinjaman. Laba bersih per saham untuk periode ini adalah USD 0,12.

Sepanjang tahun 2016 perusahaan menghasilkan 25,6 juta ton batu bara di tengah curah hujan yang tinggi dengan volume penjualan keseluruhan 26,7 juta ton yang dikapalkan ke China (6,7 juta ton), Jepang (5,2 juta ton), Indonesia (3,7 juta ton), India (2,8 juta ton), dan negara-negara lain di Eropa, Asia Timur, Pasifik dan Asia Tenggara. 

Untuk tahun 2017 volume produksi ditargetkan 25,5 juta ton sedangkan target volume penjualan 27 juta ton. Dari angka itu, 61% sudah terjual. 

Tahun ini perusahaan akan terus meningkatkan produktivitas, misalnya dengan meningkatkan infrastruktur tambang dan memaksimalkan proses seperti mempercepat siklus penongkangan.  Perusahaan terus berusaha untuk tetap di depan memimpin kecenderungan pasar dan tetap luwes dalam jangka pendek maupun jangka panjang guna memaksimalkan jumlah cadangan batu bara. Perusahaan menjalankan beberapa strategi guna menangkap marjin pada sepanjang rantai nilai dengan lebih banyak menggunakan kontraktor internal serta meningkatkan efektivitas pembelian dan logistik bahan bakar guna memperoleh biaya yang paling efisien. 

Selain itu sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik di dalam negeri, perusahaan telah meragamkan bisnis inti dengan berinvestasi pada bidang pembangkit energi. 

Kembali ke Berita